Please wait while we prepare the content

Pengertian:
Demam
Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue
dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kasus dan kematian yang tinggi
serta berpotensi menimbulkan wabah. Sementara itu, Chikungunya adalah penyakit
akibat virus Chikungunya yang juga ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus. Gejalanya mirip dengan DBD tetapi lebih dominan nyeri sendi.
Meskipun tidak menyebabkan kematian, Chikungunya dapat berdampak pada kualitas
hidup. Upaya penanggulangan kedua penyakit ini dilakukan secara bersamaan.
⚠️Peningkatan Kasus Demam Berdarah
Dengue (DBD)
Musim hujan
meningkatkan risiko penyebaran DBD yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Pada minggu ke-43 tahun 2024, tercatat 210.644 kasus DBD dengan 1.239 kematian
di 259 kabupaten/kota di 32 provinsi. Fenomena El Niño dan perubahan iklim
turut memperluas wilayah penyebaran DBD, termasuk ke daerah yang sebelumnya
bebas dari penyakit ini.
Langkah2
antisipatif:
1. Utamakan upaya preventif dan promotif melalui
kegiatan:
·
Edukasi
Masyarakat: Penyuluhan terus-menerus melalui media atau langsung kepada
masyarakat tentang pencegahan, pentingnya pemeriksaan saat demam ≥38°C, serta
mengenali tanda bahaya DBD.
·
Penanganan
Mandiri: Pasien yang tidak dirujuk dianjurkan untuk banyak minum air putih,
istirahat cukup, makan bergizi, memakai lotion anti-nyamuk/kelambu, dan mengonsumsi
obat dari tenaga medis.
·
Tanda
Bahaya DBD: Perdarahan, muntah terus-menerus, nyeri perut, lesu, napas
terengah-engah, urin berkurang, pucat, keringat berlebih, dan tangan dingin.
Jika muncul tanda ini, segera ke fasilitas kesehatan.
·
Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus: Dilakukan sepanjang tahun di rumah, tempat umum,
dan fasilitas publik melalui pemantauan jentik, larvasidasi, fogging selektif,
serta Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
2. Meningkatkan deteksi dini DBD dan Chikungunya:
1. Pemantauan RDT –
Pastikan ketersediaan RDT Dengue dan RDT Chikungunya di fasilitas kesehatan,
terutama di wilayah endemis.
2. Pemeriksaan Pasien Demam
≥38°C selama ≥2 Hari:
·
RDT Dengue Combo
·
Pemeriksaan hematokrit, Hb, leukosit, dan
trombosit
·
Jika ada nyeri sendi hebat/ruam, lakukan RDT
Chikungunya
3. Identifikasi Tanda Bahaya
DBD (terjadi saat suhu turun di hari 3-7):
·
Nyeri perut/tekanan di perut
·
Muntah terus-menerus
·
Gelisah/lemas/mengantuk terus
·
Perdarahan mukosa (mimisan, gusi berdarah,
bintik darah di kulit)